Friday, May 2, 2014

2014/18 To All The Boys I've Loved Before (Jenny Han)

Sumber Gambar: Goodreads
Judul: To All The Boys I’ve Loved Before
Penulis: Jenny Han
Penerbit: Simon & Schuster BFYR, New York
Cetakan: I, 2014
ISBN: 978-1-4424-2670-2 (hardback), 978-1-4424-2672-6 (ebook)

Surat-Surat Dalam Kotak Topi
Lara Jean Song Covey menulis surat cinta untuk cowok-cowok yang dia sukai. Dia menulis sebagai ungkapan perpisahan, karena dia tahu cowok-cowok itu di luar jangkauannya. Dan semua suratnya tersimpan rapi dalam kotak topi. Hingga suatu hari kotak itu hilang dan semua surat terkirim. Ada total lima surat dan satu per satu cowok yang mendapatkan surat itu mendatangi Lara Jean.

Kenalkan, Peter Kavinsky: cowok populer dengan reputasi, atlit lacrosse, dan pacar Genevieve, cewek populer yang juga Presiden Kelas Junior. Dia mencuri ciuman pertama Lara Jean ketika SMP dulu. Dia digambarkan Lara Jean sebagai: cowok tertampan di antara yang tampan, cowok yang merasa puas terhadap diri sendiri, dan semua cewek berharap menjadi pacar Peter. Dialah yang pertama-tama memperlihatkan surat cinta yang ditulis Lara Jean. 

Lalu ada Josh Sanderson, tetangga sekaligus pacar Margot, kakak Lara Jean. Mereka putus karena Margot harus kuliah di Scotland. Josh cowok yang baik hati, rajin belajar, dan sangat dekat dengan keluarga Lara Jean. Dia tampan, tentu saja, dan semua orang gampang untuk suka padanya. Josh bertanya apakah perasaan Lara Jean benar seperti yang ada di surat yang dia terima. Tapi Lara Jean mengatakan dia menulis itu sudah lama sekali. Dia jadi malu. Lara Jean berbohong kalau dia tidak suka Josh lagi dan sudah punya pacar.

Demi menjaga mukanya di hadapan Josh, Lara Jean meminta Peter untuk jadi pacar pura-puranya. Dia mencium Peter di hadapan orang-orang di sekolah. Peter setuju, dia baru putus dengan Genevieve, karena cewek itu selingkuh dengan cowok kuliahan. Peter ingin membuat Genevieve cemburu. Mereka membuat kesepakatan, jangan sampai ada yang tahu mereka pura-pura dan jangan sampai mereka saling suka. 

Josh ternyata cemburu, dan dia bilang kalau dia tidak suka Peter. Peter punya reputasi buruk mempermainkan cewek. Dan Genevieve tidak mau rela begitu saja Lara Jean pacaran dengan Peter. Kehidupan Lara Jean perlahan-lahan menjadi tidak terkontrol saat orang-orang mulai yakin kalau dia dan Peter memang pacaran. Apalagi Lara Jean mulai terbiasa dengan perhatian Peter. Kemudian, Josh mengakui dia suka dengan Lara Jean juga. Padahal cewek yang hobi membuat kue ini tahu kalau Margot dan Josh belum benar-benar berakhir. Lara Jean merasa dia sedang mengkhianati kepercayaan kakaknya sendiri.

Lara Jean berusaha mencari tahu perasaannya sebenarnya. Apakah dia masih suka Josh atau tidak? Apakah dia bisa menjaga hatinya jangan sampai menyukai Peter? Belum lagi ada tiga surat lain yang terkirim dan dia harus menjelaskan kepada cowok-cowok itu bahwa surat itu ditulis bertahun-tahun lalu. 

Cinta Tak Tersampaikan
Salah satu tema novel teen romance favoritku adalah cinta yang tak bisa tersampaikan. Mungkin sedikit banyak terpengaruh lirik-lirik lagu AKB48, yang kebanyakan bercerita tentang jenis cinta ini. Tetapi, ya, banyak remaja yang mengalami ini, kan? Paling tidak, dulu aku sering mendengar cerita cewek-cewek suka cowok tetapi tidak berani bilang. Cinta diam-diam. (Oh, ya, jadi ingat waktu SMA aku pernah diminta teman cewekku untuk meminta nomor telepon cowok yang dia suka >.<)

Di cerita ini, Lara Jean Song Covey, cewek keturunan Korea-Amerika, menyampaikan cinta tak tersampaikannya lewat surat. Ide dasarnya cukup segar. Bagaimana jika pernyataan suka diam-diam kita sampai ke orangnya? Apakah kita siap dengan konsekuensinya, apakah kita memang ingin perasaan itu tersampaikan, atau sebenarnya kita menyimpannya karena kita tidak benar-benar suka? Atau kita takut akan ditolak? Atau tidak siap dengan hubungan jika diterima? Yup, banyak pertanyaan yang cenderung sederhana tetapi bisa jadi sangat filosofis dan penting.

Anak Tengah di Tengah-Tengah
Selain romance, dalam novel 368 halaman ini ada cerita tentang hubungan Lara Jean dengan dua saudarinya. Lara Jean menjadikan Margot sebagai panutan, pengganti ibu mereka yang sudah meninggal. Dan Lara Jean ingin menjadi panutan bagi adiknya, tetapi Kitty tampak lebih tegas dan mandiri dibandingkan Lara Jean. Ini membuatku teringat dengan teori ‘anak tengah’, di mana mereka selalu menjadi di antara banyak hal. Dia bukan anak-anak sepertinya adiknya, tetapi juga tidak sepenuhnya dewasa menjadi seperti kakaknya. Selain itu, juga terkait dengan “tengah-tengah” adalah tentang ras tokoh utama. Lara Jean keturunan Korea-Amerika. Ayahnya Amerika, ibunya Korea. Dan orang-orang sering bertanya apa dia? Korea-kah? Atau Amerika-kah? Terkadang itu membingungkan karena rasanya dia tidak berada di satu posisi yang pasti. Pernah mengalami hal seperti ini?

Sumber Gambar: Tumblr Jenny Han
Jenny Han, yang sebelumnya menulis trilogi The Summer I Turned Pretty dan Burn to Burn, menulis sebuah cerita remaja dengan manis dan lembut. Dia membuat tokoh Lara Jean sebagai anak rumahan baik-baik, sehingga pasti banyak pembaca cewek bisa gampang mengidentifikasi diri mereka dengan Lara Jean. Tokoh-tokoh yang lain pun juga menarik. Walaupun seperti kebanyakan cerita remaja Amerika para karakternya sangat tipikal. Selain itu, adegan-adegannya natural, romantisnya tidak berlebihan, (yup, tidak ada adegan seks tidak penting) dan juga lucu. Banyak adegan di dapur di mana Lara Jean membuat kue atau memasak. Namun, adegan tentang masak-memasak membaur dalam kepentingan cerita.

Salah hal yang tidak terlalu penting tetapi aku suka adalah Lara Jean mengatakan pada Peter kalau buku ketiga Harry Potter adalah yang terbaik. (Aku juga sangat sangat suka Harry Potter and The Prisoner of Azkaban!!!) Lara Jean heran kenapa Peter berhenti membaca di buku kedua. Sayang sekali. 



Covernya sangat menarik, ya? Foto cewek sedang di kamar, tiduran di kasur, dan memegang kertas, sangat pas dengan Lara Jean. Tulisan judulnya juga keren, tulisan tangan dengan spidol, saat disentuh seakan-akan memang ditulis dengan spidol permanen. Pastinya, aku tidak sabar untuk membaca kelanjutan cerita Lara Jean ini. Ya, ini kayaknya akan jadi trilogi seperti buku-buku Jenny Han sebelumnya.